Maret 23, 2013

Merekam kisah dengan tulisan

Memori yang terekam hari ini dengan segala macam bentuk kisahnya, suatu saat nanti hanya akan menjadi kepingan kenangan. Tidak lagi utuh, tapi bisa diputar ulang seiring terbilangnya waktu dengan tulisan. 

Di dunia fiksi ada banyak cerminan kehidupan nyata. Di dunia nyata, segetir apapun kisahnya tidak pernah bisa dianggap fiksi meskipun bersikeras menganggapnya tidak pernah ada. 

Menulis memang bukan berarti selalu menceritakan tentang dirimu, kepribadianmu, cerita keseharianmu. Tapi aku rasa menulis itu waktu yang tepat untuk menjadi dirimu sendiri.

Ada banyak kisah yang selalu menarik untuk direkam oleh kata-kata. Minimal untuk bukti sejarah kehidupanmu. So, mari menulis agar kisah keseharian ini tidak mudah terkikis. Bukankah manusia lebih banyak melupa dibanding mengingatnya?

Dan apapun bentuk perasaan, kegundahan, emosi, harapan, doa biarkanlah tulisan yang berbicara. Ia penyampai yang baik ketika lidah terlalu kelu untuk berkata.

*selamat berakhir pekan :)
 

20 komentar:

  1. Abis baca ini kok saya makin semangat utk menulis yah...?

    BalasHapus
  2. hem...
    Saya orang yang introvert, byk hal yang sudah saya tulis tentang diriku tapi tak bisa di posting ke blog.. Saya memisahkn apa yg bs sy posting dan yg tidak, dan sampe skarang belum mampu untk memberanikan diri posting *apa yg sy sebut tak boleh di posting*

    dan sy sangat salut dengan org2 yg bisa enjoy menuliskan apapun yg ingin dia tuliskan,

    hem, berharap bisa kayak gitu juga.. Nice post.. Salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak apa apa toh, menuliskan nggak mesti di posting ke blog. Jadi koleksi pribadi juga asyik, buat sejarah untuk diri sendiri nantinya.
      Yang penting setiap hari ada aja yang berhasil di tulis, Bukannya begitu?

      Salam kenal juga ya :)

      Hapus
  3. tulisan mewakili bahasa tubuh yang tak bisa terungkapkan, dan semua memory bisa hadir dalam wujud goresan pena di atas sehelai kertas...salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, saya anggap komentar ini pelengkap tulisan di atas nih,

      Hapus
  4. tulisan adalah suatu yg abadi, meskipun penulisnya udah tiada! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener, banyak penulis-penulis yang karyanya masih bisa dinikmati sampai sekarang. keren ya.

      Hapus
  5. Balasan
    1. Iya mbak syam, terapi untuk menyemangati diri ya.

      Hapus
  6. ia penyampai yang baik ketika lidah terlalu kelu untuk berkata, berulang saya m'baca kalimat itu...ko' bisa sih merangkai kata sebegitu indahnya, makannya apa kang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. makan nasi sama telor ceplok kok bang, nggak makan yang semacam kadal atau iguana.

      Hapus
  7. Menulis (dalam hal ini blog) buatku itu mesin waktu bang, suatu saat bisa kita liat dan tersenyum atas kenangan yang terbaca. :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah cuma dengan tulisan ya kita bisa mengulang cerita masa lalu meskipun cuma dipikiran.

      Hapus
  8. uzay... udah kalau mau nulis nulis aja... :)

    ah nama panggilannya uda ganti uzay lagi btw :D

    BalasHapus
  9. pingin banget nulis sesuatu tapi kadang bingung untuk memulainya gimana...:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di mulai dari yang ingin banget kamu tulis gimana?

      Hapus
  10. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya - Ali bin Abi Thalib

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, salah satu quote favorit nih.

      Hapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)