Maret 12, 2013

Sampaikan Sapaku Untuknya


Selamat pagi daun-daun beterbangan, entah berapa banyak nyawa-nyawa hari ini dijemput kematian. Selamat pagi putik-putik bunga bermekaran, terhitungkah nyawa-nyawa baru lahir membawa kebahagiaan.

Di suatu pagi, tatkala fajar sudah mulai menyingsing Pangeran Matahari dan Ksatria Angin berpapasan, mereka memang sering bertemu di saat itu untuk menceritakan apa saja tentang malam, tentang hal-hal yang tidak pernah diketahui langsung oleh Pangeran Matahari. Karena takdirnya yang tidak pernah terbit ketika malam.

"Hai sahabatku pesan apa yang kau bawa pagi ini untukku? aku sudah tak sabar mendengarnya. Adakah terselip kisah Puteri Bulan tadi malam?" 

"Nampaknya semalam Puteri Bulan murung, Pangeran Matahari. Ia telat menampakkan dirinya. Ketika aku mencari tahu tentang itu, ternyata ia sedang dirundung pilu, merasa sinarnya tidak terlalu dibutuhkan di bumi ini. Puteri Matahari jatuh iri kepadamu, sahabatku." 

"Begitukah? Hmm... jika engkau melihatnya murung lagi nanti malam, bisakah kau sampaikan salamku ini untuknya. Katakan, tetaplah menjadi Puteri Bulan yang ceria untuk bumiku, Puteri Bulan yang selalu membuat aku teduh ketika aku lelah bertugas seharian. Puteri Bulan yang selalu membuat aku tersenyum menyambut pagi, membuat aku gembira di waktu senja meski aku tidak pernah tahu apa alasannya."

"Sepanjang malam, yang aku tunggu hanya untuk bisa berpapasan dengannya di penghujung Fajar. Ia yang selalu menyambutku pertama kali ketika aku terbit, sepanjang hari sinarnya yang selalu aku rindukan, ia yang menyapaku di ujung senja dengan sinar keteduhannya. Sampaikan kepadanya, tidak hanya langit malam yang bergembira menyambut sinar purnamanya, tapi aku sepanjang hari juga merindukannya. Selalu rindu bisa melihat keceriaan Puteri Bulanku, yang mengantarkanku bermimpi indah sepanjang malam."

Aaaah, romantisnya Tuhan kita, Dia menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Dia menciptakan Matahari dan Bulan dengan takdir yang paling romantis. Lihat saja cinta mereka lebih kuat dan dalam, bayangkan selalu saling berbagi menopang dunia sebesar ini meskipun dengan jarak yang berjauhan, dengan tidak saling bersinggungan dalam temu.
 Aku rasa  mereka hanya akan bersatu ketika penantian panjang telah usah, ketika makhluk tak lagi membutuhkan dunia.
Mereka bersatu menjadi kiamat yang nyata.

Tuhan kita memang romantis, seperti halnya Dia telah mempertemukan kita dalam satu kisah yang paling manis. Untuk saling mengenal, untuk saling berbagi sinaran matahari dan purnama yang sama.

Geist!

17 komentar:

  1. memang bulan dan bintang itu berpasangan ya??? bahaya dong, mereka kalo putus bisa hancur alam semesta ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bulan sama matahari bang Put hehe...
      Berantakan.

      KDRS bang Zach, tempatnya di semesta :D

      Hapus
  2. Uzay, apakah ini memang benar kamu. Benar telah berganti nama menjadi Azura Zie? Aku sempet pangling dan buka dua kali. Takut nyasar ke blog orang lain. Tapi ketika membaca tulisanmu, aku tahu ini punyamu, tetap cantik, romantis, membawa pesan dan membuatku merinding.

    Kisah matahari dan bulan ini memang selalu mengingatkan kita pada Sang Pencipta yang maha adil dan membuatku merasa tenang bahwa aku tidak akan sendirian menjalani hidupku seterusnya. Pasti ada Pangeran Matahari untuk Putri Bulan sepertiku hehehehe

    Terima kasih. Aku kembali, Zay.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini dia reuni dua pujangga.
      siapa tau cocok

      Hapus
    2. Iya Wur, udah berevolusi menjadi yang seperti sekarang ini. Ke mana aja kau? kejutan sekali kalau kamu masih mengenali tulisan di sini :D

      Welcome ya :)

      Bang Zach mulai lagi nih haha

      Hapus
  3. Tuhan Maha Romantis.
    membuat hati manusia berbunga-bunga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yahaaaa bikin senyum-senyum ya bang :D

      Hapus
  4. iya, Allah romantiiiis
    tapi kasian ih, matahari sama bulan, pasangan dalam dimensi waktu yang berbeda. #eaa

    BalasHapus
  5. ternyata kita masih kalah dengan Romantisnya Sang Pencipta..
    tapi tetep kalo suru milih ga mau jadi mereka,, jarang ketemuu -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. idem. mau jadi yang menikmati mereka aja :D

      Hapus
  6. Perbedaan tugas dan sifat justru menimbulkan keserasian dan keindahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini yang mewakili isi tulisan di atas :)

      Hapus
  7. bang dari mana sih inspirasinya kok bisa aja bikin kata kata yang bagus kayak gini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari baca-baca aja Laili, sambil bw kan dapet bacaan baru tuh. Sisanya baca buku.

      Hapus
  8. jleb..dalam banget..

    suka..suka..

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)