Maret 01, 2013

Untukmu Usia Terbilang



Untukmu usia yang semakin terbilang.
Untukmu kesempatan sebelum hilang.


Sudahkah kamu mengetahui kapan garansi usiamu akan habis? ummm... tepatnya sejak lahir tak pernah ada garansi ya. Malang benar, sekali rusak akan menjadi bangkai, tidak lagi bisa digunakan. Sekali mati, ya jadi bangkai juga. Tidak lagi berdaya.

Apa yang sudah benar-benar kamu siapkan untuk menjamu kematian? jangan bilang kalau ini pun tidak ada? wah malang sekali. Bisa-bisa ketika tamunya datang, ia kelaparan, marah-marah. Kematian datang, raga kelaparan dikuburan. Tidak ada prestasi yang membuat tamu tersenyum ramah. 

Berapa banyak hadiah kebaikan yang kamu sudah sediakan? ampuun deh! jangan bilang ini juga tidak ada. Gawat benar, tidak hanya tamumu nanti yang kecewa, tapi orang-orang di sekitarmu. Tamunya datang dengan wajah muram karena kecewa. Kematian datang orang-orang hanya berwajah geram banyak terluka. Celaka, oh celaka.

Apa yang sudah kamu kerjakan untuk mengisi sisa usiamu? semoga yang kali ini ada. Sebelum kesempatan untuk membawa bekal tak lagi ada. Sudah bosan menjadi orang malang bukan di dunia? 

Semoga saja ya semoga.


Liat saja bagaimana kematian begitu cemburu kepada kehidupan, satu-satunya nyawa yang ada untuk bisa memandang dunia sedang diintainya. Ingin dibawa pergi oleh kematian ke alam keabadiannya.


*untuk ke sekian kalinya blog ini mengambil tema tentang kematian. Kenapa? karena kematian adalah salah satu nasihat bijak kehidupan yang sering terlupakan.

ikuti terus update terbaru Lakaran Minda, Insya Allah satu hari s/d dua hari sekali terupdate. So, jangan sampai kelewatan :)

*Geist!

24 komentar:

  1. temanya bikin merinding, tapi bagus agar kita senantiasa ingat dengan kematian

    BalasHapus
  2. garansi usia? keren!
    gak pernah isha berpikiran kaya gitu..
    ide yang langka ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walah segitu langkanya kah? :v

      Hapus
  3. Kematian itu datangnya seperti pencuri di tengah malam ......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yahahaha istilah yang keren.

      Hapus
  4. paling suka bagian "kematian adalah salah satu nasihat bijak kehidupan yang sering terlupakan."

    kembali merenungkan kehidupan.

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. *tiba-tiba ikutan di belakang*

      Hapus
  6. Sebenarnya tema besar ini membuat ngeri... tapi ditulis dengan bahasa yang membuat pembaca merenung. Kunjungan siang hari saja, menyambung silaturahim :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yahahaha bersilaturahmi sebelum tamunya datang ya :D

      Hapus
  7. Keren animasi Kucingnya hiehieiheie. Eala malah saya komen ke kucing sih . OOT benar sayah hiheiheiehieiehiee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alamak kang asep ini :D

      Hapus
    2. Bang Uz udah maklum kalo kita OOT Kang. santai ajaa

      Hapus
    3. Haha yang penting silaturahminya saling sapa :D

      Hapus
  8. dan untukmu yang telah menulis sebuah tulisan sangat merdu dan alami di dengar hati ini. terima kasih untukmu :D

    BalasHapus
  9. ini postingan di fesbuk yang bikin ika dibully itu bukan ya? :/

    BalasHapus
  10. tema kematian memang menakutkan bagi sementara orang, padahal ini tema paling realistis di dunia

    BalasHapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)