Maret 24, 2013

[Terlalu] mudah kecewa, cepat menyimpulkan

Jika saja hijab perjalanan takdir kita terbuka di depan mata, alur-alurnya seperti serangkaian garis-garis merah di peta dunia. Pasti semua yang dikeluhkan akan berbalik malu. Ketika tahu kegagalan yang pernah kita alami di titik itu adalah lubang besar yang lebih berbahaya, sesuatu yang tidak kita perkirakan sebelumnya. Berbalik malu, ternyata Allah lebih menyelamatkan kita dari perangkap bahaya. Lalu Dia mengarahkan ke jalan yang lebih aman, jalan yang lebih mulus untuk kebaikan ke depan. Ah... Rencana-Nya akan selalu lebih menakjubkan daripada prasangka kecewa manusia.

Kadang manusia terlalu banyak bertanya, meski jawaban sudah jelas di depan mata. Sepertinya mereka bertanya bukan sekedar mencari jawaban, tapi mereka hanya sedang memuaskan keinginan atau alasan yang lebih bisa diterima oleh napsunya. Yang sampai berkali-kali dijawab pun tidak pernah puas. Ah... Jawaban-Nya akan selalu lebih bijak dan melegakan daripada napsu buta manusia.

*untuk para pembaca lakaran minda, mohon maaf postingan hari ini agak telat, begitulah manusia terkadang rencana-rencananya tidak selalu akurat dan berbanding lurus dengan kemampuan. :)

32 komentar:

  1. aku selalu mengimajinasikan bahwa alur-alur kehidupan ini seperti rel-rel kereta... ada yang lurus sendiri.. ada juga yang beririsan dan berbagi kehidupan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu juga termasuk analogi yang inspiratif apalagi kalau bertemakan tujuan.

      Hapus
    2. saya justru menganalogikan nya sebagai sebuah buku yang di dalam nya berisi banyak hal mengenai kehidupan yang mesti di baca, di pahami, di amalkan.. Selamat malam

      Hapus
    3. Iya seperti itu juga bisa, saya pernah memposting hal itu tahun lalu. :)

      Hapus
    4. Ini banyak membahas Jalan ya. Musti buat proposal ke Dinas Pekerjaan Umum kalau gitu donk ye

      Hapus
    5. Haha minta budget sama ketua RT aja kang asep.

      Hapus
  2. kadang juga nanya buat mastiin bang.. karena, alasan bertanya itu hakikatnya ada 3:

    1. pengen tau banget
    2. pengen tau aja
    3. mastiin

    gitu bang :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitukah? woooo kalau bertanya karena jawabannya belum sesuai dengan keinginan masuk ke mana mbak din?

      Hapus
    2. itu bang uzay nanyanya pengen tau banget, apa pengen tau aja ? :p

      iya pak, kalo penasaran itu kadang pengen tau banget, kadang pengen tau aja..

      Hapus
    3. diakhiri dengan "ciyus miyapah"

      Hapus
    4. Haha kalah deh sama emak gahol mah *kemudiankabur*

      Hapus
  3. Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih ya.

      Hapus
  4. bertanya dengan hati. itu dia.
    bukan bertanya dalam hati lho.

    tapi kalo bertanya dengan hati, ginjal sama empedu ngapain coba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ginjalnya dijual pak.. buat beli tablet.

      Hapus
    2. hatinya dibingkai dan dipajang. Yang liat malah ngeri hieiehiheiheiheie

      Hapus
    3. Ini lebih Horroooor...

      Hapus
  5. yang penting kita selalu berprasangka baik tentang segala rencana besar TUHAN dalam kehidupan kita, dengan demikian kita akan menjalan proses kehidupan dengan hati yang legowo...salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas hari emang paling bijak :)

      Hapus
    2. om hari selalu te o pe komennya.. mantab

      *sruput kopi

      Hapus
  6. Niat yang kurang mantap, jadi mudah terombang-ambing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, niat seperti pondasi perbuatan seseorang.

      Hapus
  7. dan takdir itu seperti semburat tulang daun

    seperti tema blog ini, amatilah tulang daun itu.. ya amati, amati, amati terus, jangan berkedip, amati lagi, perhatikan.. jangan lupa bawa kopi, biar tidak ngantuk dan betah di depan blog ini, tidak ngopi berarti bunuh diri inspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemudian mencari daun dan mulai mengamati

      Hapus
  8. gue maapin, zay! laen kali jangan kesiangan lagi ya... biar gak telat! hehehe

    BalasHapus
  9. Saya mau komen agak OOT nda apa ya hiheiheie. Namanya juga KPK mania hieieeie. OOT never dies. Di bagian akhirnya disebut dengan "telat posting" hiehiehiee ini sama juga yang saya alami.

    Dahulu saya rajin mosting bahkan stok sampei lebaran sudah siap. Hieiehiee, Maksudnya di skedul, dan munculnya bisa tiap hari selama 1 minggu ke depan. Namun ide gila itu akhirnya pupus oleh sejarah.

    Saya kini minimal 1 kali posting dalam 3-5 hari karena memang banyak kesibukan yang membahana akhir akhir ini. Dulu ngotot nulis karena mau sebagai blogger aktif. Nyatanya berbeda sekarang hiheiheihee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kang di tambah lagi spirit postingannya, biar makin kece...

      Hapus

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)