Maret 02, 2016

KEPANIKAN DI NEGERI PIKIRAN

Di sebuah negeri bernama PIKIRAN sedang terjadi kepanikan. Siaga 1. Para penguninya sedang panik, kocar-kacir ke sana kemari. PIKIRAn dihuni oleh makhluk mini yang bernama URAT. Negeri mereka akan meledak karena kelebihan beban.

Semua bermula pada kejadian pagi hari. Salah satu Urat berdiri tegang melaporkan situasi darurat.

"Gawat prof, stok SYUKUR yang kita punya sudah semakin menipis. Otak tegang negeri ini hampir mencapai batasnya. Ini  bisa jadi ancaman berbahaya untuk negeri PIKIRAN. Bebannya terlalu berat."

"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bukannya ada petugas urat yang menjaganya siang malam? Apa mereka tidak mengingat tugasnya masing-masing?" sang prof terlihat tegang. "Seharusnya kita tidak kehabisan stok SYUKUR. Harus selalu suplai tiap detiknya."

"Itu dia prof aku juga tidak mengerti kenapa bisa sampai seperti ini. Lalu apa yang harus kita lakukan prof? Siklus SYUKUR yang kita dapat memang sedang tidak stabil."

"Ini yang sejak lama aku khawatirkan, karena belakang ini kita terlalu banyak memeras KELUHAN. Semua itu memperlambat jalannya proses pemulihan otak. Jadi intisari SYUKUR kesulitan masuk." nampak professor menimbang-nimbang sesuatu.

Terlihat urat-urat belingsatan panik. Kepalanya tegang. Negeri mereka sudah di ujung tanduk.

"Segera serukan keseluruh pelosok negeri untuk tetap tenang, buat barisan tertib menghadap kiblat. Kumandangkan serempak ISTIGHFAR. Kita masih punya jalan keluar. Kita harus bentuk pola baru Jangan putus asa dengan RAHMAT ALLAH. Dipasang di setiap sudut negeri untuk menopang tiang-tiang bangunan tempat suplai SYUKUR."

"Tapi prof. Bagaimana dengan sisa persediaan sisa SYUKUR yang masih ada?"

"Hanya itu satu-satunya jalan keluar. Soal itu biar aku yang urus. Segera kerjakan yang tadi aku intruksikan."

"Baik prof. Aku pastikan semua penduduk melakukan yang tadi prof bilang." petugas urat itu langsung berlari menyampaikan pesan prof ke urat-urat yang ia temui. Pesan itu pun tersampaikan secara estafet ke seluruh pelosok negeri PIKIRAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)