Maret 16, 2016

RINTIK 5 - KLANDESTIN

Hujan pernah diam-diam turun kala larut malam. Ketika kita sudah tertidur. Tepatnya kita yang terlanjur nyenyak dinina bobokan oleh rintik-rintiknya yang membuat nyaman suasana.

Kala itu hujan turun sedang deras-derasnya. Tidak akan kita sadari yang terlanjur pulas di balik hangatnya selimut. Padahal boleh jadi bumi sedang menggigil kedinginan.
Meskipun begitu. Hujan itu tetap saja meninggalkan jejak kala pagi. – udara yang jauh lebih dingin dari biasanya. Rerumputan yang basah. Tanah yang lengket. Dan sisa-sisa genangan air.
            Ketika pagi kita bertanya dengan polosnya, semalam hujan ya? Sambil memperhatikan suasana di balik jendela. Hujan yang benar-benar kita tidak sadari turunnya.
            Hujan pernah diam-diam memberi, tanpa menunggu kita menyadari telah sukarela menerima pemberiannya. Hujan pernah diam-diam memberi lebih banyak dari yang (mungkin) kita harapkan.
            Fa, tentang hujan yang suka turun kala larut malam. Aku belajar menumbukan perasaan itu seperti hujan kala malam hari. Diam-diam menyirami duniamu dari luar. Menumbuhkan apa-apa yang ada di sekitarmu. Berusaha tetap menghijaukan harapan-harapan itu. Semoga saja mampu menghangatkan suasana di dalamnya. Menembus sampai dalam hatimu.
            Aku belajar menumbuhkan perasaan itu seperti hujan kala malam hari. Tanpa pemberitahuan sebelumnya. Turun begitu saja. Berharap kamu akan selalu sukarela menerimanya. Menerima lebih banyak dari yang (mungkin) kamu tidak harapkan sebelumnya. Dan jika saat kamu terbangun jejak hujanku tidak kamu lihat. Barangkali sejauh ini kadar hujanku masih terlalu sedikit. Ia terlanjur menguap karena tidak sempat terkatakan. Ia belum berani terang-terangan muncul dalam pemberitahuan. Hingga kamu tidak merasakan kehadirannya.
            Fa, bentuk rintik-rintik hujanku adalah bait-bait doa. Doa yang merintih. Secara diam-diam. Secara rahasia. Mengeja tentangmu dalam kebaikan doa-doa. Kamu tidak keberatan mendapat doa-doa yang baik, kan? Meski tentu saja salah satu doaku ada maunya. Hehe… Sedikit banyak ia bersinggungan dengan asaku.

            Dan malam ini tidurlah yang nyenyak seperti biasanya. –meskipun hujan malam ini tidak akan turun. Tanpa hujanpun malam akan tetap larut. Biarkan doa-doaku tetap melangit.  

Klandestin : Secara diam-diam, secara rahasia. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jejakmu akan sangat berarti dan tak akan pernah sia-sia :)